Cinta adalah suatu perasaan yang seperti sihir. Cinta membuat raja menjadi budak dan membuat budak menjadi raja. Dengan cinta, preman kelas kakap bisa menjadi secengeng anak kecil tanpa permen dan cowok banci bisa menjadi superhero layaknya ultraman. Apakah arti cinta kalau tidak mirip dengan sebuah sihir? Sebagaimana sihir bisa membunuh orang, cinta juga bisa membunuh orang. Jika sihir bisa membuat penyihir terbang tinggi di udara, maka cinta bisa membuat orang yang merasakannya lebih dari sekedar terbang tinggi. Dengan kata lain, cinta adalah sihir.
Orang Arab berkata, "Sesungguhnya sebagian dari kata-kata yang indah adalah sihir." Aku tidak tahu dengan jelas apakah itu adalah sabda Nabi Muhammad SAW atau bukan. Tapi, memang benar. Kata-kata kerapkali menyihir seseorang untuk melakukan sesuatu. Mario Teguh menjadi motivator ternama karena kata-katanya. Ia membuat orang-orang termotivasi mengembangkan diri mereka oleh kata-kata bijaknya. Apa mukjizat terbesar sepanjang sejarah peradaban semesta dunia dan akhirat? Al-Quran. Dan, Al-Quran tersusun dari kata-kata. Al-Quran juga bisa digunakan untuk pelet-memelet seseorang. Di film Harry Potter saja diperlukan kata-kata untuk membuat sihir. Tapi, Harry Potter tidak nyata. Jadi, abaikan saja. Intinya, kata-kata adalah sihir. Apalagi jika kata-kata itu indah, seperti puisi. Maka semakin kuat daya sihirnya untuk mempengaruhi hati pembaca dan pendengar.
Jika cinta adalah sihir dan puisi juga sihir, maka puisi cinta adalah gabungan dari sihir dan sihir. Maka, di saat kamu sedang membaca puisi cinta, kamu akan merasakan sihir mahadahsyat yang bergejolak di dalamnya. Apalagi di saat kamu kebetulan memang sedang kasmaran atau bahkan isi dari puisi tersebut adalah seperti sedang menjiplak isi hatimu saja.... Berikut, aku berusaha menuliskan puisi-puisi cinta untukmu dan untuk orang-orang yang sedang kasmaran.
IZINKAN AKU
Izinkan aku bunuh diri dengan menggantungkan seribu leherku pada setiap helai bulu matamu
Izinkan aku berzina dengan memperkosa darahku yang selalu mendidih karena menyebut namamu
Izinkan aku durhaka dengan memindahkan jiwa bapak ibumu ke dalam raga bapak ibuku
Izinkan aku berbuat jahat dengan mencuri harta-hartamu ke dalam kelopak mataku yang tak bisa tidur karena keindahanmu
Aku jual diriku seharga lutut simpuhku di depan jemari kakimu
Akan kuhapus cinta untuk mencintaimu dengan bebas
Aku kamu
Aku kamu
(Juni, 2015)
CINTA ITU HARUS MEMILIKI
Pada setiap
fajar
Nan cacat mata
Terus saja
Kumandangkan
Allahu akbar
Demi nama
cinta
Karena
bagaimana
Tuhanmu
Lukis lukamu
di neraka
Sebagai
penolakan cintamu
Cita-citamu
: begitu kan?
Sabtu, 3 Agustus 2014
(Habis Gelap Terbitlah Erang)
DALAM PENANTIAN
Aborsikah
gunung rindu yang ingin leluasa memasuki lubang-lubang ikat pinggang? Sangat
mengalami belenggu tak terurai dalam upaya penghilangan rasa daga dengan
meminum air segar yang terkurung rapat dalam gelas pagi. Sangat benci melihat
ke arah barat, tapi tiada mentari di situ. Haruskah aku naikkan suhunya
sehingga sebuah fase bisa berjalan dan bergerak dengan cepat?
Bahkan
ketiadaanmu di sini juga merupakan sebuah kecantikan bertabur seribu keindahan.
Tidakkah kau tersipu malu sebab selalu tampil cantik jelita di mana pun kau ada
atau tiada? Maksudku, jika saja seekor kijang memuji keindahanmu saat kau lewat
di hadapannya, apa kau akan memerah? Masalahnya saat kau merasa malu, aku tidak
bisa mencuri hitam matamu. Karena, saat itu kau sedang tundukkan kepala. Tapi,
kalau dipikir-pikir, sejahat itukah seorang bidadari sehingga tak mau membuat
wajahku menjadi tampan? Mereka bilang aku ini tampan. Tapi, sadarkah kalau
mereka bukan bidadari?
Kamis, 9 Januari 2014
(Habis Gelap Terbitlah Erang)
SALAWAT
Bunuhlah daku setiap hari, duhai Nona.
Buatlah dadaku sesak demi menangisi detik-detik yang tak dapat kuhabiskan untuk
meluncur diatas kulit suteramu. Demi Allah, sekarang aku sedang meminum perasan
anggur dari kecantikan matamu yang laksana berlian
dengan kesenduanku yang selalu karam di dalam lautan puja milikmu. Maafkan aku
baru menikmatinya sekarang yang mana mungkin juga nantinya akan berkeluh kesah
atas kehormatan pedang rindu yang kau berikan tuk mabuk dari merah darahku. Aku
hanyalah seorang hamba nan daif , tak kuasa akan jarak yang membuatmu tak bisa
memberi titah untuk aku laksanakan.
Aku adalah tetesan hujan berwarna
bening. Dengan rela hati menjatuhkan dirinya dari awan cinta hanya utuk
menghilang ke dalam tanah kerinduan. Demi merindui Nona, kuhancurkan seluruh
aku berkeping menjadi abu, debu, beling, atau buih. Atau apapun itu yang tak
berharga dan tak satupun penghuni alam menoleh padanya. Supaya bisa menjadi
budak yang sangat terhina di depan Nona. Benar-benar terhina.
(Habis Gelap Terbitlah Erang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar